Jumat, 19 Agustus 2011

SALESMAN HANDAL




Dulu status salesman sempat menjadi status yang sama sekali tidak membanggakan. Banyak yang malu mengakui bahwa pekerjaannya adalah salesman. Kesan buruk melekat di profesi salesman. Salesman adalah tukang rayu, tukang janji atau citra-citra buruk lainnya. Mungkin citra-citra buruk tersebut muncul karena ada beberapa oknum salesman yang berprilaku kurang baik, sehingga akhirnya masyarakat pukul rata memberikan cap negatif bagi salesman, akibatnya profesi salesman manjadi profesi yang kurang diminati. Apalagi melihat penampilan kebanyakan salesman yang kurang rapi, berkeringat, bau dan jorok. Bagaimana tidak berkeringat, bau dan kelihatan jorok ? lha kerjaan mereka ada di pasar-pasar, dijalanan yang berdebu sembari angkat produk bawaanya serta banyak omong untuk merayu konsumen.
Tetapi siapa sih sebenarnya sosok salesman ? apa pekerjaan utamanya ?. Salesman adalah sebuah profesi yang bertugas menjual sebuah produk baik barang ataupun jasa. Intinya salesman adalah karyawan/orang yang menjual produk kepada konsumen. Jadi salesman adalah sales person. Dan perlu disadari bahwa seberadaan barang-barang yang ada didunia ini karena sales person. Ada mobil di jalan juga karena kerjaan sales person,  ada hotel, rumah makan, pakaian, mesin dan sebagainya adalah karena sales person yang menjualnya. Ada banyak istilah yang kita kenal untuk jabatan sales person. Sering kita mendengar istilah-istilah seperti sales representative, sales executive, account executive. Sales representative adalah sales person yang biasanya menjual produk-produk farmasi, alat kesehatan, sales executive adalah sales person yang biasanya menjual produk-produk perbankan dan property, account Executive adalah sales person yang biasa menjual jasa-jasa periklanan, event organizer dan production house.
Tetapi dari sekian banyak istilah yang ada, fungsi mereka semua tetap sama yaitu  sebagai ujung tombak penjualan. Sebagai ujung perusahaan mereka memiliki beban tanggung jawab yang sangat besar. Pemasukan keuangan perusahaan bergantung pada kualitas sales personnya. Dapat dibayangkan, sebuah perusahaan yang mampu meproduksi produk atau jasa tetapi tidak memiliki pasukan penjual, dipastikan mereka pasti tidak akan mampu membayar karyawannya, mereka juga tidak akan bisa membeli bahan baku jadi tidak lama lagi perusahaan tersebut bakal tutup.

Beberapa tahun yang lalu tepatnya tahun 2003 ketika penulis bekerja sebagai Brand Manager sebuah produk mie instant. Dengan jabatan tersebut mau tak mau sering berinteraksi dengan para salesman, karena seringkali saya harus memberikan penjelasan tentang aktifitas promosi yang sedang dijalankan perusahaan baik aktifitas trade promotion maupun consumer promotion.
Dari sekian banyak salesman yang saya kenal, ada satu orang salesman yang menarik perhatian saya waktu itu. Yudi namanya. Kenapa keberadaan Yudi begitu menarik perhatian, karena dari sisi penampilan Yudi tampak yang paling rapi diantara sekian banyak salesman yang ada apalagi saat kita melihat mobil box yang menjadi kendaraan opersionalnya. Mobil box Yudi tampak paling bersih. Belum lagi saat kita mengamati catatan-catatan kerjanya, catatan Yudi memang yang paling lengkap.
Lalu muncullah rasa penasaran untuk bertanya kepada Yudi, kenapa dia berbeda dengan yang lainnya. Suatu sore saat pasukan salesman ngandang, saya undang Yudi untuk mampir ke ruang kerja saya. Setelah sedikit bertanya tentang hasil jualannya hari ini mulailah saya bertanya, kenapa dia tampak berbeda ? Dengan tenang Yudi menjawab bahwa dia berbeda dengan yang lain karena dia memang sangat bangga dengan pekerjaannya. Bayangkan pak, apa tidak bangga kalau kita dipercaya sebagai ujung  tombak perusahaan. Karena kita mendapatkan kepercayaan dari perusahaan, maka kepercayaan itu harus di jaga, caranya dengan bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab. Lalu ketika saya tanya langkah-langkahnya, Yudi menambahkan, begini lho pak, salesman itu sebenarnya bukan pekerjaan yang enteng ? ada beberapa langkah strategis dalam melakukan kegiatan menjual. Nah langkah-langkah tersebut adalah, pertama  Perencanaan dan persiapan. Seorang salesmana harus mampu membuat rencana dengan matang. Mulai dari rencana kunjungan, pencapaian target dan rencana-rencana taktis lainnya. Belum lagi persiapan harus matang termasuk persapan pribadi, kita harus rapi dan bersih jadi kalau ketemu pelanggan mereka tidak lari. Langkah ke dua adalah kemampuan melakukan pendekatan. Seorang salesman harus pandai melakukan pendekatan kepada pelanggannya. Mendekati dengan wajah yang ceria disertai salam yang hangat salah satu cara untuk mendekati pelanggan kita. Kita juga harus mampu menjadi lawan bicara yang baik dan harus mampu menciptakan topic-topik pembicaraan yang hangat. Tapi tetap jangan sampai ngelantur. Selanjutnya adalah kemampuan melakukan cek stock. Setelah basa-basi kita harus melakukan cek stock produk kita, juga produk pesaing serta trend penjualan yang terjadi. Hal tersebut sangat penting, karena sebagai bahan analisa pasar. Langkah ke empat adalah melakukan presentasi. Ini penting sekali. Karena dengan presentasi pelanggan kita menjadi lebih mengerti produk maupun program-program yang sedang dilakukan. Kalau perlu kita memakai alat peraga, sample produk untuk mendukung presentasi kita. Langkah selanjutanya adalah closing, kita harus menutup penjualan kita dengan transaksi agar kita memberikan keuntungan bagi perusahaan. Nah langkah closing ini cukup krusial dalam proses penjualan karena seorang salesman harus mampu menangkap buying signal atau tanda-tanda pembelian. Seorang salesman harus menangkap tanda-tanda tersebut dan segera menutup penjualan.
Nah itu tadi lima langkah penting dalam proses penjualan, tapi masih ada tiga langkah lagi yang tidak kalah penting yaitu merchandising . Langkah ini kita harus mampu memajang produk kita (product display) dengan baik, apabila kita memiliki POS material (Point Of Sales) seperti poster, hanging mobile dan flag chain harus dipasang  dengan sempurna. Ada lagi langkah yang wajib dilakukan oleh seorang salesman yaitu administrasi. Langkah adalah langkah pencatatan.  Catat setiap penjualan dengan rapi, catat pula setiap informasi yang kita dengar. Yang terakhir adalah evaluasi. Untuk bisa berkembang kita harus selalu melakukan evaluasi. Kita evaluasi apakah kita berhasil atau tidak, bagaimana pencapaian target ? serta apa saja yang perlu diperbaiki.
Apa tidak hebat pak. Komplek juga kan pekerjaan seorang salesman ? apa nggak hebat tuh?
Wah..wah sepertinya Yudi telah menjadi seorang salesman yang baik dan dari penjelasan kita dapat melihat bahwa untuk menjadi seorang salesman yang baik paling tidak harus memiliki kemampuan-kemampuan dasar separti perencanaan, komunikasi, administrasi, eksekusi dan evaluasi serta berorientasi pada target.
Dengan melihat begitu banyaknya kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang salesman, masihkah kita tidak bangga dengan profesi salesman ? bukankah profesi salesman layak menjadi profesi yang bonafit ? Sang ujung tombak yang memikul tanggung jawab besar. Hidup salesman.. (Adi)

Tulisan ini pernah Diterbitkan Tabloid OUTLET tahun 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar